1 Des 2010

Obesitas Dalam Pandangan Islam


Obesitas merupakan masalah kesehatan yang akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan. Survei yang dilakukan secara terpisah di beberapa kota besar menujukkan bahwa prevalensi obesitas pada anak sekolah dan remaja cukup tinggi. Pada anak SD  prevalensi obesitas mencapai 9,7% di Yogyakarta (Ismail, 1999) dan 15,8% di Denpasar (Padmiari & Hadi, 2002). Survei obesitas yang dilakukan akhir-akhir ini pada anak remaja siswa/siswi SLTP di Yogyakarta menunjukkan bahwa  7,8% remaja di perkotaan dan 2% remaja di daerah pedesaan mengalami  obesitas (Hadi, 2004). Angka prevalensi obesitas diatas baik pada anak-anak maupun orang dewasa sudah merupakan warning bagi pemerintah dan masyarakat luas bahwa obesitas dan segala implikasinya sudah merupakan ancaman  yang serius bagi masyarakat Indonesia khususnya di kota-kota besar.

Konsekuensi Gizi Lebih
            Obesitas meningkatkan risiko kematian untuk semua penyebab kematian. Orang yang mempunyai berat badan 40% lebih berat dari berat badan rata-rata populasi mempunyai risiko kematian 2 kali lebih besar dibandingkan orang dengan berat badan rata-rata (Lew & Garfinkel, 1979). Kenaikan mortalitas diantara penderita obes merupakan akibat dari beberapa penyakit yang mengancam kehidupan seperti diabetes tipe  2, penyakit jantung, penyakit kandung kemih, kanker gastrointestinal dan kanker yang sensitif terhadap perubahan hormon. Orang obes juga mempunyai risiko yang lebih besar untuk menderita beberapa masalah kesehatan seperti  back pain, arthritis, infertilitas, dan fungsi psychososial yang menurun (WHO, 2000).

Upaya Pencegahan Obesitas
Guna mengatasi obesitas, dapat ditempuh melalui terapi tingkah laku yang berusaha mereduksi asupan energi, mengurangi penyerapan makanan, dan meningkatkan pembakaran energi. Menurut Almatsier (2006) masalah gizi lebih disebabkan oleh kebanyakan masukan energi dibandingkan dengan keluaran energi. Penanggulangannya adalah dengan menyeimbangkan masukan dan keluaran energi melalui pengurangan makan dan penambahan latihan fisik atau olah raga serta menghindari tekanan hidup/ stress. Penyeimbangan masukkan energi dilakukan dengan membatasi konsumsi karbohidrat dan lemak serta menghindari konsumsi alcohol. Untuk itu diperlukan upaya penyuluhan ke masyarakat luas. Di samping itu, diperlukan peningkatan teknologi pengolahan makanan tradisional Indonesia siap santap, sehingga makanan tradisional yang lebih sehat ini disajikan dengan cara-cara dan kemasan yang dapat menyaingi cara penyajian dan kemasan makanan barat.

Kebijakan Pemerintah Terkait Permasalahan Obesitas
Indonesia belum mempunyai kebijakan terkait permasalahan obesitas. Hingga kini belum terdapat strategi nasional yang terpadu dalam mengatasi obesitas.
Dengan terbatasnya sumberdaya yang ada dan semakin terbatasnya kemampuan pemerintah menyediakan anggaran disaat beban pembangunan kesehatan meningkat maka kebijakan yang berimbang dan simultan antara upaya-upaya kesehatan promotif dan preventif disatu sisi dan upaya-upaya kesehatan kuratif/rehabilitatif disisi lain dengan meningkatkan partisipasi masyarakat secara luas merupakan hal yang tidak hanya crusial, tetapi juga merupakan satu-satunya pendekatan yang sensibel untuk perencanaan kebijakan kesehatan masyarakat di Indonesia.
Adalah suatu ironi bahwa kenyataan di lapangan pada saat ini, perhatian terhadap upaya-upaya kesehatan promotif dan  preventif sangat kecil dibandingkan perhatian yang diberikan pada upaya-upaya kuratif-rehabilitatif. Relatif kecilnya perhatian pemerintah terhadap upaya-upaya kesehatan promotif-preventif dapat dilihat dan relatif kecilnya anggaran  yang dialokasikan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk upaya-upaya promotif -preventif tidak mencapai 10% dari total anggaran kesehatan. Sebaliknya, anggaran biaya yang dialokasikan untuk upaya-upaya kesehatan kuratif mencapal 60 hingga 85% dan total anggaran bidang kesehatan (Hadi, 2005).
 
Paradigma Islam Dalam Penanggulangan Obesitas
Dilihat dari sudut pandang Islam, permasalahan mengenai gizi lebih sebenarnya diatur secara langsung. Seperti yang telah diuraikan di atas, permasalahan gizi lebih disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat, pemasukan energi lebih besar daipada pengeluaran energi. Hal ini tentu saja terkait dengan pola makan yang berlebihan yang mengakibatkan menumpuknya cadangan energi dalam tubuh. Dalam agama Islam diatur mengenai pola konsumsi makanan.  Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi :

“Tidaklah Anak Adam mengisi bejana yang lebih buruk selain dari perut. Cukuplah Anak Adam beberapa suapan yang bisa menegakkan tulang subinya. Jika tidak mungkin, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepetigalagi untuk napasnya” (Diriwayatkan AT-Tirmidzy, Ibnu Majah, Ahmad, dan Al-Baghawy)
Dalam Hadits yang lain :
“Perut adalah tempat berdiamnya penyakit dan menahan nafsu (diet) adalah pokok dari setiap obat, maka jadikanlah ini menjadi kebiasaanmu”
Dalam hadits tersebut substansinya adalah Islam melarang manusia untuk makan dan minum secara berlebihan karena hal tersebut adalah perbuatan yang buruk.  Rasulullah mengajarkan kita untuk makan sedikit meskipun tidak kegemukan, yang tentu saja tujuannya adalah untuk mencegah kegemukan.

Dalam Hadits lain juga diterangkan :
                Sesungguhnya Allah benar-benar ridha terhadap seorang hamba, karena dia menyantap makanan lalu memuji-Nya atas nama makanan itu dan mereguk minuman lalu dia memunji-Nya atas nama minuman itu (drriwayatkan Muslim, At-Tirmidzy dan Ahmad).

Dalam Islam diajarkan bahwa makan bukan hanya sebagai aktivitas pemenuhan gizi saja. Lebih dari itu, pemenuhan gizi melalui makan adalah sebuah aktivitas dalam upaya perwujudan rasa syukur kepada Allah Swt atas nikmat dan rezeki yang telah diberikan.
Seandainya kita senantiasa berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, Insya Allah permasalahan  obesitas dapat direduksi atau bahkan dihilangkan. Amin. Wallahi A’lamu Bishawab

Pustaka :
Hadi, Hammam.  2005.  Beban Ganda Masalah Gizi dan Implikasinya Terhadap Kebijakan Pembangunan Kesehatan Nasional, dlam pidato pengukuhan Rektor UGM.
Almatsier, Sunita.  Prinsip Dasar Ilmu Gizi.  2005. Jakarta : Gramedia
Qudamah, Ibnu.  Minhajjul Qashidin.
Assegaf, Toha.  Ketika Nabi Sakit.  2004. Jakarta : Sabilli Publishing.
Poskan Komentar