28 Sep 2009

Penyajian Data

Cara penyajian data penelitian dilakukan melalui berbagai bentuk. Pada umumnya dikelompokkan menjadi 3, yakni penyajian dalam bentuk teks (textular), penyajian dalam bentuk tabel dan penyajian dalam bentuk grafik.

Secara umum, penggunaan ketiga bentuk penyajian ini berbeda. Penyajian secara textular biasanya digunakan untuk penelitian atau data kualitatif, penyajian dengan tabel digunakan untuk data yang sudah diklasifikasikan dan ditabulasi. Tetapi apabila data akan diperlihatkan atau dibandingkan secara kuantitatif maka disajikan dalam bentuk grafik. Meskipun demikian pada prakteknya ketiga bentuk penyajian ini dipakai secara bersama-sama karena memang saling melengkapi.

1. Penyajian dalam Bentuk Tekstular

Penyajian secara tekstular adalah penyajian data hasil penelitian dalam bentuk kalimat. Misalnya, penyebaran penyakit malaria di daerah pedesaan pantai lebih tinggi bila dibandingkan dengan penduduk pedesaan pedalaman. Penyajian data dalam bentuk tabel adalah suatu penyajian yang sistematik daripada data numerik, yang tersusun dalam kolom atau jajaran.

Sedangkan penyajian dalam bentuk grafik adalah suatu penyajian data secara visual. Penyajian hasil penelitian kuantitatif yang sering menggunakan bentuk tabel atau grafik, oleh sebab itu yang akan diuraikan lebih lanjut dalam bab ini adalah kedua bentuk penyajian tersebut.

2. Penyajian dalam Bentuk Tabel

Berdasarkan penggunaannya, tabel dalam statistik dibedakan menjadi 2, yakni tabel umum (master table) dan tabel khusus. Tabel umum dipergunakan untuk tujuan umum dan tabel khusus untuk tujuan khusus.

2.1 Tabel Umum

Yang dimaksud tabel umum disini adalah suatu tabel yang berisi seluruh data atau variabel hasil penelitian. Pentingnya tabel ini adalah :
a. Menyajikan data aslinya sehingga dapat dipakai untuk rujukan tabel khusus.
b. Menjadi sumber keterangan untuk data asli.
c. Sebagai penyusunan tabel khusus.

Oleh sebab itu, tabel umum ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
a. Berisi keterangan aneka ragam tentang subjek yang sama atau berisi semua
variabel yang diteliti (data yang dikumpulkan).
b. Untuk data kuantitatif berisi angka absolut (bukan persentase).
c. Berisi keterangan yang mudah dipakai untuk rujukan.
d. Nilai yang dimasukkan adalah nilai asli dan belum dibulatkan.

Contoh :

Ciri-Ciri Penderita Demam Berdarah, Kecamatan Cakung, Jakarta 1987

--------------------------------------------------------------------------------
No Nama Umur Jenis Kelamin Pendidikan Suku Ekonomi dsb
--------------------------------------------------------------------------------
01 Urdu 10 L SD Sunda Rendah -
02 Yani 15 P SMP Jawa Rendah -
03 Dunda 14 L SMP Bugis Rendah -
dst.
--------------------------------------------------------------------------------

2.2 Tabel Khusus

Tabel khusus adalah merupakan penjabaran atau bagian dari tabel umum. Ciri utama dari tabel khusus adalah angka-angka dapat dibulatkan dan hanya berisi beberapa variabel saja. Gunanya tabel khusus ini antara lain untuk menggambarkan adanya hubungan atau asosiasi khusus dan menyajikan data yang terpilih (selective) dalam bentuk sederhana. Tabel ini bentuknya bermacam-macam, antara lain :

2.2.1 Tabel Univariate

Adalah suatu tabel yang menggambarkan penyajian data untuk satu variabel saja. Contoh :

Distribusi Umur Responden, Jakarta 1987

----------------------------------------
Umur (th) Jumlah Persentase
----------------------------------------
< 20 6 2,56
20-24 74 31,62
25-29 85 36,32
30-34 48 20,51
35-39 14 5,98
40-44 4 1,70
45 3 1,29
-----------------------------------------
Jumlah 234 100,00
-----------------------------------------

2.2.2 Tabel Bevariate

Adalah suatu tabel yang menyajikan data dari 2 variabel secara silang. Oleh sebab itu tabel ini sering disebut tabel silang (cross table). Contoh :

Distribusi Pendidikan Responden Berdasarkan Status Sosial Ekonomi, jakarta 1987

----------------------------------------------------------------------------------
Pendidikan \ Status Sosek Rendah Menengah Tinggi Jumlah
----------------------------------------------------------------------------------
Buta huruf 29 8 3 40
Tidak tamat SD 20 23 20 63
Tamat SD 24 15 19 58
Tamat SLP/sederajat 5 18 19 42
Tamat SLA/sederajat 3 15 12 30
----------------------------------------------------------------------------------
Jumlah 81 79 73 233
----------------------------------------------------------------------------------

Tabel bevariate ini mempunyai banyak modifikasi. Disamping menyajikan nilai mutlak dari data dan persentase, kadang-kadang masing-masing variabel terdiri dari sub variabel. Misalnya pendapatan rendah, menengah dan tinggi dalam contoh tersebut masih dibagi lagi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tabel khusus antara lain :
a. Tabel khusus harus sederhana mungkin, artinya lebih baik membuat 2 atau lebih
tabel daripada 1 tabel khusus yang padat dan rumit.
b. Tabel khusus harus jelas sehingga mudah dimengerti, artinya tiap kolom dan
baris harus ada judul yang jelas. Judul tabel harus dapat menjawab pertanyaan
apa itu, kapan terjadi, dan dimana.
c. Apabila tabel tersebut diambil dari sumber lain (bukan hasil penelitian sendiri)
harus disebutkan sumbernya atau rujukannya.

3. Penyajian dalam Bentuk Grafik

Penyajian data secara visual dilakukan melalui bentuk grafik, gambat, atau diagram. Modifikasi bentuk penyajian data dengan grafik ini beraneka ragam antara lain sebagai berikut :
a. Grafik atau diagram garis dan kurva
b. Diagram bar (bar diagram) atau diagram balok
c. Diagram area atau diagram daerah
d. Pictogram (diagram gambar)
e. Histogram dan frekuensi poligon.

Ketentuan umum untuk membuat grafik, diagram atau gambar data antara lain sebagai berikut :
a. Judul grafik, diagram, gambar atau skema harus jelas dan tepat. Judul terletak
diatas tengah gambar atau grafik dan menggambarkan ciri data, tempat dan
tahun data tersebut diperoleh (what, where, dan when).
b. Garis horizontal maupun garis vertikal sebagai koordinat harus diatas agar garis
kurva tampak jelas.
c. Skala pada grafik atau gambar harus ada catatan tentang satuan yang dipakai
misalnya tahun, hari, kilogram, celcius, dan sebagainya.
d. Apabila data dari grafik atau gambar tersebut diambil dari sumber lain (bukan
hasil penelitian sendiri) maka sumber data harus ditulis dibawah kiri grafik atau
gambar tersebut.

Sumber :

Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Cet. ke-2, Mei. Jakarta : Rineka Cipta. 2003.
Poskan Komentar