28 Sep 2009

Pengertian, Tujuan, dan Fungsi Statistik

Secara umum arti statistik dibedakan menjadi 2 bagian besar, yaitu :

1. Arti sempit

Adalah data ringkasan berbentuk angka, misalnya jumlah karyawan BKKBN, jumlah akseptor KB, jumlah peserta KB aktif di desa / kelurahan, jumlah balita yang ditimbang pada bulan tertentu, jumlah PPKBD/Sub PPKBD dan lain sebagainya.

2. Arti luas

Merupakan ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisis data termasuk cara pengambilan kesimpulan dengan memperhitungkan unsur ketidakpastian berdasarkan konsep propabilitas.

A. Tujuan Statistik

Merupakan suatu pendekatan modern untuk menyajikan mengenai konse-konsep dasar dan metode statistik secara lebih jelas dan langsung dapat membantu seseorang didalam pengembangan daya kritik dalam suatu kegiatan pengambilan keputusan dengan menggunakan cara-cara kuantitatif.

Beberapa jenis pertanyaan sehari-hari yang membutuhkan suatu keputusan adalah sebagai berikut :

1. Pertanyaan pribadi
Misalnya :
- Kepada siapa saya akan kawin ?
- Bidang pekerjaan apakah yang saya pilih dan sesuai dengan diri saya ?
- Sub sistem pencatatan dan pelaporan manakah yang harus dibenahi ?
2. Pertanyaan yang berhubungan dengan masalah bisnis.
Misalnya :
- Apakah gedung ini akan kita beli atau sewa ?
- Apakah produk barang baru ini akan dilempar ke pasaran atau tidak ?
- Apakah kita menginvestasikan uang pada saat ini atau menunggu 1 tahun
lagi ?
3. Pertanyaan yang berhubungan dengan pemerintahan sifatnya nasional.
Misalnya :
- Apakah sistem pencatatan dan pelaporan UPGK akan dihapuskan ?
- Apakah kegiatan TKBK akan dikurangi ?
- Apakah kegiatan Posyandu harus lebih ditingkatkan pada saat ini ?

Semua pertanyaan tersebut membutuhkan suatu keputusan yang baik yang sudah memikirkan untung dan ruginya. Di dalam sebagian besar kasus-kasus pekerjaan yang kita alami sehari-hari, benefit dan cost adalah faktor utama yang paling diasosiasikan dengan pengambilan suatu keputusan. Akan tetapi kenyataan yang kita alami adalah bahwa suatu keputusan harus dibuat walaupun dasar didalam mengambil keputusan tersebut adalah sangat lemah, karena data-data yang diperlukan juga tidak lengkap.

Oleh karena itu, penggunaan statistik adalah penting sifatnya didalam rangka membantu memberi bobot didalam mengambil keputusan. Dengan demikian apakah yang dibutuhkan statistik didalam usaha untuk membantu mengambil keputusan ?

Yang dibutuhkan adalah :

Data statistik atau bilangan yang mewakili suatu perhitungan atau pengukuran suatu objek. Dengan demikian, melalui teori serta metodologi dari statistik kita dapat membantu dan menentukan mengenai data yang harus dikompilasikan, bagaimana data tersebut dikumpulkan, diolah, disajikan dan dianalisis, serta kemudian ditarik kesimpulan.

Statistik menurut defenisi dibagi menjadi 2 bagian atau sub kategori :

1. Descriptive Statistic

Adalah penggunaan statistik untuk tujuan menggambarkan sesuatu yang spesifik saja dan tidak memikirkan mengenai implikasi atau kesimpulan yang mewakili sesuatu yang besar dan umum.

Contoh :

Setelah menjumlah semua balita yang ada dalam kelompok penimbangan dan membandingkannya dengan jumlah anak yang pada bulan ini berat badannya tetap / turun atau berat badannya bertambah, pengelola program KB / Kes selanjutnya dapat menghitung mengenai angka berat badan rata-rata baik yang tetap / turun atau yang bertambah untuk menyimpulkan keadaan yang terjadi pada kelompok balita tersebut. Pengelola program KB / Kes dalam hal ini hanya tertarik pada penggambaran keadaan balita pada suatu situasi tertentu dan tidak untuk tujuan generalisasi.

2. Inferencial Statistic

Adalah suatu cara penggambaran suatu kesimpulan dari suatu set data yang sedang diteliti dan hasilnya dapat dibuat suatu generalisasi.

Contoh :

BKKBN menarik sampel yang besarnya 5.000 orang yang terdiri dari akseptor KB dari suatu kabupaten tertentu dan berdasar pada data yang ada mengklasifikasikannya mengenai jenis alat kontrasepsi yang dipakai. Dari hasil perhitungan secara statistik terlihat bahwa 60% peserta menggunakan IUD. Angka 60% yang kemudian digunakan untuk menyimpulkan mengenai keadaan akseptor secara keseluruhan di kabupaten itulah yang disebut sebagai statistical inference.

B. Manfaat Statistik

Manfaat statistik adalah membantu para pengelola dan pelaksana program KB-Kes khususnya dalam mengambil keputusan yang selanjutnya dipakai dasar perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi berbagai kegiatan yang dilakukan.

Statistik Sebagai Bahan Perencanaan

Statistik seperti telah dijelaskan pada butir terdahulu adalah pengetahuan yang berhubungan dengan pengumpulan data, pengolahan, penganalisaan, penyajian dan penarikan kesimpulan serta pembuatan keputusan berdasarkan data dan kegiatan analisis yang dilakukan.

Dengan kata lain setiap data yang dibutuhkan adalah data yang dapat dipercaya dan tepat waktu. Melalui data yang dapat dipercaya dan tepat waktu diharapkan seluruh kegiatan pengolahan data akan menghasilkan informasi untuk mengambil suatu keputusan yang tepat. Kemungkinan-kemungkinan penyimpangan yang telah dicoba untuk dieliminasi sekecil mungkin melalui berbagai metode yang dikembangkan dalam statistik, akan sangat membantu didalam setiap kegiatan perencanaan program.

Statistik Sebagai Bahan Monitoring

Seperti telah tersebut dalam arti sempit bahwa statistik adalah merupakan data ringkasan berbentuk angka maka hal ini sangat membantu didalam suatu kegiatan monitoring. Oleh karena secara umum yang dilakukan dalam kegiatan monitoring adalah memonitor seluruh kekuatan dan kelemahan program yang menyangkut berbagai variabel yang berbentuk data ringkasan (misalnya : jumlah bayi yang ditimbang, jumlah penduduk, jumlah peserta KB, jumlah balita yang diimunisasi dan lain sebagainya).

Statistik Sebagai Bahan Evaluasi

Dengan mengetahui berbagai data yang dapat dipercaya maka selanjutnya kita dapat menganalisis dan memutuskan yang baik dan yang buruk. Selain itu melalui berbagai data yang ada kita dapat membandingkan dan selanjutnya membuat suatu generalisasi dari sampel yang kecil kepada populasi.

Sumber :

Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Cet. ke-2, Mei. Jakarta : Rineka Cipta. 2003.
Poskan Komentar